PENGGUNAAN HURUF KAPITAL DAN AKRONIM

 

A.     Huruf Kapital atau Huruf Besar

 

1.      Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Misalnya:

·       Dia mengerjakan sasuatu

·       Mengapa dapat dikatakan seperti itu

·       Mobil tersebut terbakar

·       Buku mereka basah

2.      Huruf kapital dipakai sebegai huruf pertama petikan langsung. Misalnya:

·       Ibu berkata “Berhati hatilah saat berkendara!”

·       Seniman itu berkata ”Seni adalah ledakan”

·       Anggota DPR berkata “Kalau saya terpilih saya akan…”

 

3.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama, Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya:

·       Allah Yang Maha pemaaf

·       Yang Maha Pengasih

·       Quran

·       Islam

4.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya:

·       Nabi Muhammad

·       Sultan Hasanuddin

·       Arung Palakka

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. Misalnya:

·       Dia baru saja diangkat menjadi sultan

·       Tahun ini ia pergi naik haji.

 

5.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Misalnya:

·       Wakil Presiden Ma’ruf Amin

·       Perdana Menteri Nehru

·       Profesor Albert Einsten

·      Jendral Muh.Yusuf

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, atau nama tempat. Misalnya:

·        Siapa bupati yang baru korupsi itu?

·        Siapa anggota legislatif itu?

 

6.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Misalnya:

·       Muhammad Fathin Abiyyu

·       Puan Maharani

·       Megawati

·       Soekarno

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Misalnya:

·       Mesin diesel

·       21 volt

·       15 ampere

·       13 newton

7.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya:

·       negara Indonesia

·       suku Bugis

·       bahasa Bugis

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.  Misalnya:

·         mengindonesiakan kata asing

·        keinggris-inggrisan

 

8.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah. Misalnya

·       bulan Desember

·       bulan Ramadhan

·       hari Merdeka

·       hari Jumat

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama. Misalnya:

·       Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.

·       Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.

 

 

 

 

9.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Misalnya:

·       Asia Tenggara

·       Makassar

·       Gunung Bawakaraeng

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri. Misalnya:

·       berlayar ke teluk

·       mandi di kali

·       menyeberangi selat

·       pergi ke arah tenggara

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. Misalnya:

·       pisang ambon

·       Rumput jepang

·       Bingka ambon

 

10.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan. Misalnya

·       Republik Indonesia

·       Majelis Permusyawaratan Rakyat

·       Dewan Perwakilan Rakyat

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi. Misalnya:

·       Menjadi sebuah republik

·       Beberapa badan hukum

·       Kerja sama antara pemerintah dan rakyat

 

11.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Misalnya:

·       Perserikatan Bangsa-Bangsa

·       Undang-Undang Dasar Republik Indonesia

·       Rancangan Undang-Undang Cipta kerja

 

12.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Misalnya:

·       Saya telah membaca buku Dari Ustad Said Lanre.

·       Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.

 

13.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan. Misalnya:

·       Dr.

·       M.A.

·       S.H.

·       S.S.

·       Prof.

 

14.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. Misalnya:

·       “Kapan Kakanda  berangkat?” tanya Hayati.

·       Kakak bertanya,”Apa kabar Bu?”

·       Surat Saudara sudah saya terima.

·       “Silakan duduk, Dik!” kata Ucok.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Misalnya:

·       Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.

·       Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

 

15.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.  Misalnya:

·       Sudahkah Anda tahu?

·       Surat Anda telah kami terima.

B. Huruf Miring

1.      Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka.

·       Saya sudah membaca novel Distilasi alkena

·       Daniel-Longlay, D.S. 2009. Geographic Information Systems and Science. The New Encylopedia Britannica. Encylopedia Britannica 319: 644-701.

 

2.      Huruf miring dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat.

·       Kami tidak akan pergi jika dia tidak datang

·       Ini adalah cendera mata dari kami

·       Mereka berlari dikejar polisi

 

3.      Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing.

·       Felis Catus adalah nama ilmiah dari kucing

·       Upacara ngunduh mantu biasa dilakukan pihak mempelai pria di Jawa

 

C.      Huruf Tebal

 

1.      Huruf tebal dipakai untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah ditulis miring.

·       Suku kata logi pada kata psikologi menunjukkan suatu keilmuan yang dipelajari, dalam hal ini berhubungan dengan perilaku kejiwaan manusia

·       Kata adenium pada nama ilmiah kamboja yaitu adenium obseum menunjukkan genus

2.      Huruf tebal dapat dipakai untuk menegaskan bagian-bagian karangan, seperti judul buku, bab, atau subbab.

·       Pembahasan

·       Penutup

·       Kesimpulan

 

D.     Kata Dasar

1.      Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.

·       Saya makan nasi goreng kemarin

·       Novel ini sangat bagus

E.      Kata Berimbuhan

1.      Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, serta gabungan awalan dan akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.

·  Memaki

·  Membentuk

·  Menarik

Catatan: Imbuhan yang diserap dari unsur asing, seperti -isme, -man, -wan, atau -wi, ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.

·       Manusiawi

·       Dermawan

·       Komunisme

 

2.      Bentuk terikat ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

·       Ultrasonik

·       Kilometer

Catatan:

1)      Bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang berhuruf awal kapital atau singkatan yang berupa huruf kapital dirangkaikan dengan tanda hubung (-).

·       anti-Komunis

·       non-Sastra

2)      Bentuk maha yang diikuti kata turunan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan ditulis terpisah dengan huruf awal kapital.

·       Maha Esa

·       Maha Mulia

 

F.       Kata Ulang

 

1.      Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.

·       Malam-malam

·       Berlari-lari

Catatan: Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama.

·       Burung pipit → burung-burung pipit

·       Motor rusak → motor-motor rusak

G.     Kata Gabung

 

1.      Unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah.

·       Simpang tiga

·       Buku tulis

 

2.      Gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian ditulis dengan membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.

·       buku-sejarah baru (buku sejarah yang baru)

·       Nenek adalah ibu bapak-kami. (ibu bapak-kami: ibu dari bapak kami) 

3.      Gabungan kata yang penulisannya terpisah tetap ditulis terpisah jika mendapat awalan atau akhiran.

·       Penanda tangan

·       Uji cobakan 

4.      Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai.

·       Menandatangani

·       Mengkampanyekan 

5.      Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai.

·  Seringkali

·  Kasatmata 

H.     Pemenggalan Kata

 

1.      Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut.

a)      Jika di tengah kata terdapat huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan

·       So-al

·       Ta-at

b)      Huruf diftong aiauei, dan oi tidak dipenggal.

·       Hari-mau

·       Gu-lai

c)      Jika di tengah kata dasar terdapat huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) di antara dua huruf vokal, pemenggalannya dilakukan sebelum huruf konsonan itu.

·       Ma-ri

·       Ma-kan 

d)       Jika di tengah kata dasar terdapat dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu.

·       Ban-tal

·       Kur-si 

e)       Jika di tengah kata dasar terdapat tiga huruf konsonan atau lebih yang masing- masing melambangkan satu bunyi, pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.

·       Man-tra

·       Am-bruk

 

2.      Pemenggalan kata turunan sedapat-dapatnya dilakukan di antara bentuk dasar dan unsur pembentuknya.

·  Me-masak

·  Di-perintah

Catatan:

1)      Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya mengalami perubahan dilakukan seperti pada kata dasar.

·       Me-nyu-kai

·       Me-mang-gil

2)      Pemenggalan kata bersisipan dilakukan seperti pada kata dasar

·       si-nam-bung

·       te-lun-juk

 

3.      Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalannya dilakukan di antara unsur-unsur itu. Tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar.

·  fotokopi, foto-kopi, fo-to-ko-pi

·  introspeksi, intro-speksi, in-tro-spek-si 

4.      Lebih pada akhir baris dipenggal di antara unsur-unsurnya

·  Lagu “Tanah Airku” ciptaan Ibu Soed

·  Buku Habis Gelap Terbitlah Terang ditulis oleh R. A. Kartini 

5.      Singkatan nama diri dan gelar yang terdiri atas dua huruf atau lebih tidak dipenggal.

·  Ayah Dani bekerja sebagai PNS di sebuah instansi negara.

·  Kini, Gamaliel resmi menyandang gelar S.Ikom. 

I.        Kata Depan

1.      Kata depan, seperti di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

·  Ia berasal dari Pulau Penyengat.

·   Cincin itu terbuat dari perak.

J.        Partikel

 

1.      Partikel -lah-kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya

·  Apakah yang sedang engkau pikirkan?

·  Siapakah gerangan dia?

2.      Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

·  Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan masih tersedia.

·  Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah berkunjung ke rumahku.

 

3.      Partikel per yang berarti 'demi', 'tiap', atau 'mulai' ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

·  Harga per meter tanah di daerah pinggiran Tanggerang sudah mencapai Rp. 8.000.000,00.

·  Buruh harian di pabrik sepatu itu diupah Rp. 25.000,00 per jamnya.

K.      Akronim

 

1.      Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik pada setiap unsur singkatan itu.

·  S.K.M. = sarjana kesehatan masyarakat

·  Sdr. = saudara

2.      Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata nama lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, lembaga pendidikan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

·  WHO = World Health Organization

·  PGRI = Persatuan Guru Republik Indonesia

·  PBB = Persatuan Bangsa Bangsa 

3.      Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata yang bukan nama diri ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

·  SIM = surat izin mengemudi

·  KTP = kartu tanda penduduk 

4.       Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti dengan tanda titik.

·  Yth. = yang terhormat

·  Dkk. = dan kawan-kawan 

5.      Singkatan yang terdiri atas dua huruf yang lazim dipakai dalam surat-menyurat masing-masing diikuti oleh tanda titik.

·   u.p. = untuk perhatian

·  s.d. = sampai dengan 

6.      Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.

·  Rp = rupiah

·  Kg = kilogram

7.       Akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

·  PSSI =Persekutuan Sepak Bola Seluruh Indonesia

·  PERBAKIN = Persatuan Menembak Indonesia

8.      Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.

·  Wagub = Wakil Gubernur

·  Kapolri = Kepala Kepolisian Republik Indonesia

·  Kapolda = Kepala Kepolisian Daerah

·  Wabup = Wakil Bupati 

9.      Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf awal dan suku kata atau gabungan suku kata ditulis dengan huruf kecil.

·  saintek = sains dan teknologi

·  soshum = social dan hukum

 

 

 

Komentar

Posting Komentar