Cerpen Musuh Menjadi Sahabat
Musuh Menjadi Sahabat
Cerpen karya
: Muhammad Fathin Abiyyu
Seperti biasa pada hari senin aku
selalu menyempatkan bangun pagi walaupun setiap malam aku begadang untuk
mengerjakan tugas untuk keesokan harinya, aku selalu bangun pukul 05.00 lalu
mandi dan bergegas menyiapkan pakaian dan peralatan sekolah. Aku harus bangun
cepat setiap paginya agar tidak datang terlambat ke sekolah. Setelah
mempersiapkan diri aku langsung menuju ke tempat makan. lalu setelah itu berangkat menggunakan sepeda motor.
Pastinya di kelas aku akan bertemu teman temanku dan keempat sahabatku.
“ Selamat
pagi brooo!!! ” sambut Akbar kepadaku saat baru memasuki pintu gerbang
sekolah dan hendak memarkir kan sepeda motor ku.
“
Oyy pagii bro! ” membalas sapaan Akbar
Sebelum masuk ke kelas kami berhenti
sejenak berbincang di parkiran sambil menunggu bel kelas masuk berbunyi.
“Lapar nih
ke kantin yuk! “ ajak Akbar yang ingin
sarapan sebelum upacara di mulai
“Mana
sempat keburu telat, udah mau bel nih nanti kena hukum lagi sama pak Junaedi si
kumis beracun itu!” balasku sambil memperlihatkan jam tangan yang menunjukkan
pukul 07.00.“
Dan benar kata ku bahwa bel pun
berbunyi kita memutuskan untuk bergegas masuk kedalam kelas dan menaruh tas
masing masing. setelah itu kita menuju
ke lapangan dan berbaris dengan teman sekelas.
“ siapp
gerakkk!!!!” ucap aba-aba dari pemimpin upacara.
Seketika
suasana upacara menjadi hening dan hikmat. Upacara berlangsung begitu tenang
dan berjalan lancar.karena cuaca yang sangat terik salah seorang teman kelas
kami jatuh pingsan.
Brakkk!! Seketika
anggota palang merah remaja segera menghampiri dan memberikan pertolongan
pertama.
Tak terasa
cuaca semakin terik dan upacara hampir
selesai. Tetapi kita dilarang untuk bubar karena akan diadakan Razia rambut.
“siall rambutku
sangat Panjang” kata akbar kepadaku
“botak lagi
kita nihh” sambutku sambil tertawa
“pasrahkan saja
lah daripada masuk BK lag ikan ribett” akbar membalas perkataan ku
Dan benar
saja kita ikut terkena Razia. Kita memutuskan untuk masuk ke kelas. Tetapi salah
satu teman kita yang bernama andry yang memang terkenal akan kejahilannya mendorong
kami dengan sengaja sehingga kami terjatuh di tengah lapangan,
“santai
saja dong jangan main dorong-dorong !!“ ucap akbar dengan suara tinggi kepada andry.
“kalau mau
bercanda lihat tempat juga lahh” ucap ku mengiringi perkataan akbar
“halah gitu
aja marah! lemahh” balas andry dengan
nada mengejek ke kami
Karena
tak terima dipermalukan, kami memukuli andry ditengah lapangan dengan keras dan
pertengkaran pun tak terelakkan. Seluruh siswa melihat kami di tengah lapangan. Seketika itupun guru-guru
langsung memisahkan kami dan membawa kami keruang Bimbingan Konseling. Akibat dari
pertengkaran itu pelipis andry berdarah dan mukanya penuh dengan luka lebam.
Keesokan
harinya hari berjalan seperti biasanya, kelas yang ramai tetapi andry tidak
masuk sekolah.
“ bar si
andry ga masuk sekolah, apa mungkin karena kejadian kemarin kita memukulnya
terlalu keras ? ” ucapku kepada akbar dengan muka khawatir.
“mungkin
badan dia sakit karena perkelahian kemarin” balas akbar kepadaku
Jam istirahat telah tiba, kita bergegas
pergi ke kantin untuk mengisi perut karena Lelah dengan pembelajaran hari ini.
“ Siswa atas
nama Akbar dan Rahmat dari Kelas 11 B silahkan menuju keruang kepala sekolah sekarang!!!
“ Suara dari Toa yang menyebut nama kami.
“Waduhhh ada
apa lagi nihh” ucapku kepada akbar sambil menepuk jidat.
Seketika itu kita berlari menuj
ruang kepala sekolah tanpa sempat menghabiskan makanan kami. Kami kaget karena disana
ada Polisi dan orangtua andry.
“ apa benar
kalian Atas nama Akbar dan Rahmat?? “ ucap pak polisi itu kepada kami
“iyya benar
pak “ ucap kami berdua dengan perasaan yang masih kaget
“ ikut kami
ke kantor untuk di mintai keterangan! “ balas polisi itu kepada kami dengan nada
yang tegas.
Ternyata
orang tua andry tak terima anak nya dipukuli sampai tak bisa masuk ke sekolah. Dan
kami pun di bawa ke kantor polisi dan seluruh sekolah heboh karena mendengar
berita kami.
Di
kantor polisi kami langsung dimintai keterangan mengenai kejadian kemarin. Kami
pun menjelaskan kronologinya dengan nada ketakutan.
Tanpa
disangka sangka kami di masukkan kedalam sel. Kami sangat shock karena kejadian
itu.
“ wah gimana
nihh kok masalahnya jadi ribet begini sihh” ucapku kepada akbar yang sedang
mondar mandir di dalam sel.
“ aduhhhh gua
juga pusing nihhh, gimana nanti omongnya ke orang tua guaa” jawab akbar dengan
nada ketakutan.
Kami bermalam di sel untuk menunggu sidang
ke esokan harinya.
Ke esokan harinya kami akan disidang
karena masalah perkelahian, andry pun hadir pada saat persidangan itu.
“ baik
karena korban dan terdakwa sudah hadir kita mulai saja persidangan ini “ ucap
ketua hakim sambil mengetuk palu.
Sidang berjalan dengan tertib dan
tetap menjunjung tinggi keadilan.
Tiba waktunya hasil keputusan sidang,
dan syukur masalah ini berakhir secara kekeluargaan tetapi kami harus membayar
denda untuk pengobatan andry. Kami pun berdamai dan menganggap masalah ini
telah berlalu.
Keesokan harinya semua berjalan Kembali
seperti normal , aku, akbar dan andry sekarang menjadi bersahabat karena
masalah itu andry pun meminta maaf kepada kami karena telah mendorong kami
waktu itu, begitu pun sebaliknya kami juga
meminta maaf atas karena telah memukulnya. Dari kejadian ini andry banyak
berubah menjadi lebih sabar dan dia sudah tidak jahil lagi kepada siapapun.
Komentar
Posting Komentar